Beberapa waktu yang lalu di kawasan eksakta kampus kita tercinta, banyak mobil terparkir namun tidak terlalu penuh. Banyak ruang kosong sebenarnya yang masih bisa ditempati oleh mobil seukuran MPV sekalipun. Waktu memang sudah agak sore, saya lewat tikungan didaerah laboratorium biomedik, awalnya tidak terlalu terganggu karena saya sudah menempati posisi parkir yang seharusnya. Namun saya agak curiga ketika tidak ada satu mobilpun di lajur kanan sebelum maupun sesudah tikungan tersebut. Ketika saya perhatikan tulisan yang tertancap dipapan saya langsung terhenyak sejenak tulisan itu berbunyi “Dimohon untuk : Parkir satu lajur tidak di tikungan” tulisan kecil dibawahnya “keamanan dan ketertiban”.

Memang ada yang salah kah dengan tulisan ini?

Sepertinya kita terbiasa dengan pemandangan yang tak lazim seperti ini sehingga mungkin sebagian tidak mengindahkannya, namun tidak sepenuhnya benar. Dalam tulisan itu jelas terdapat pesan bahwa jika parkir di tikungan akan mengganggu pengguna jalan kampus yang lain sebab akan bisa membahayakan apalagi saat parikir penuh.

Memangnya kenapa kalo parkir disitu? wong ndak terlalu rame gini … ?

Mungkin kalimat itulah yang saya coba tebak dari pemilik mobil ini (tampak di foto..eh ternyata g bs diisi gambar blognya). Jawabnya, iya.. memang benar tidak terlalu ramai bahkan beberapa pengendara yang lain tidak terganggu dengan adanya mobil ‘merah’ ini meskipun parkir tepat di tikungan. Namun bagaimana dengan tulisan itu? tentu yang membuat tulisan ini sudah menimbang dan memikirkan sebab dan akibatnya.

Dari hal ini rasanya kita patut malu, terlepas dari siapa pemilik mobil ini, bahwa budaya membaca peringatan dan mentaatinya diantara kita semakin terkikis ataukah memang kita sudah kurang disiplin? Malu rasanya jika memang pemilik mobil itu adalah mahasiswa saya atau bahkan sejawat saya sebab sikap acuh terhadap peringatan (bahkan tertulis “DIMOHON”) akan menimbulkan ketidaktertiban maupun mengganggu keamanan. Malu apakah kita mungkin belum “terdidik” ? perilaku2 sederhana dan mungkin terkesan sepele jika kita tidak mulai untuk patuh maka perilaku terhadap aturan yang besar pun tidak jauh berbeda.

Akankah ini juga terjadi disekitar kita ?