Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا يخلون أحدكم بامرأة فإن الشيطان ثالثهما

“Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” (HR. Ahmad 1/18, Ibnu Hibban [lihat Shahih Ibnu Hibban 1/436], At-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awshoth 2/184, dan Al-Baihaqi dalam sunannya 7/91. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah 1/792 no. 430)

nah ini terjadi di sekitar kita dan ironisnya hal ini seakan bukan sesuatu yang dilarang. lebih ironis lagi hal ini sering kita lihat setelah sholat jum’at dan di lingkungan masjid kita tercinta. bahkan tidak jarang kita menemukan mahasiswa dan mahasiswi bergandengan tangan tanpa rasa malu didepan banyak orang didalam kampus. maka marilah kita cermati bersama dan bertindak..

terlepas dari apa alasan mereka dan tujuannya. kita sebagai sesama muslim (termasuk saya) kadang merasa canggung untuk saling mengingatkan.

tapi sedikit mengingat2 apa itu khalwat, mengutip dari blog ust. Alwi (alumni Ponpes Safinatunnajah) demikian :

#

Apakah khalwat itu? Khalwat (khalwah)  dalam bahasa Arab berarti berdua di suatu tempat dimana tidak ada orang lain. Maksud dari tidak adanya orang lain dalam hal ini mencakup: (1) tidak ada orang lain sama sekali; atau (2) ada orang lain dan keberadaan keduanya kelihatan tetapi pembicaraan antara keduanya tidak dapat didengar oleh orang itu. Inilah makna khalwat secara bahasa. Menurut al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah (Ensiklopedi Fiqh Kuwait), makna bahasa sebagaimana dipaparkan di atas semakna dengan terminologi khalwat menurut ahli-ahli fiqh Islam. Dengan kata lain tidak ada perbedaan untuk kata khalwat antara makna bahasa dan makna istilah syar’i.

Lebih lanjut Syekh Abdullah al-Bassam menyebut dua bentuk khalwat. Pertamamughallazhah (berat), ialah berduanya seorang pria dan wanita di suatu tempat yang mana keduanya tidak dilihat oleh orang lain. Keduamukhaffafah (ringan), yaitu berduanya seorang pria dan wanita di tengah-tengah manusia sehingga keduanya kelihatan namun percakapan antara keduanya tidak dapat didengar oleh orang lain.

#

demikian, semoga kita bisa memperbaiki diri kita masing-masing.